Minggu, 15 Januari 2023

Pengaruh Penggunaan Baterai Pada PV Sistem On Grid di Kabupaten Kudus Menggunakan Software Hommer

Potensi Penggunaan Sumber Energi Terbarukan

Energi terbarukan tengah gencar dikembangkan oleh negara-negara maju, tak terkecuali Indonesia. Hal ini didasari oleh semakin menipisnya persediaan bahan bakar fosil yang menjadi sumber energi utama. Berdasarkan outlook energi indonesia, batubara masih menjadi sumber energi terbanyak yang menopang sistem ketenagalistrikan di Indonesia. 

Baca Juga : Prospek PV dan Kajian Techno Ekonomi

OEI 2019 memberikan gambaran proyeksi permintaan dan penyediaan energi nasional dalam krin waktu 2019-2050 berdasarkan asumsi sosial, ekonomi dan perkembangan teknologi kedepan dengan tahun 2018 sebagai tahun dasar. Hasil pencapaian EBT yang ditargetkan adalah sebesar 23% pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050. Dengan adanya targer yang harus dicapai maka dibutuhkan optimalisasi pemanfaatan EBT untuk pembangkit listrik dan non listrik, serta melakukan efisiensi energi di semua sektor pengguna energi.

Sistem On-Grid menggunakan Baterai

Dalam sistem ini, sumber energi utama adalah dari panel surya yang dikonversikan dan ditampung ke baterai, dan ketika pemakaian listriknya melebihi dari kapasitas baterainya, maka secara otomatis listrik dari PLN akan masuk membackup. Lebih detailnya, pada pagi dan  siang hari, energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya digunakan untuk mengoptimalkan semua penggunaan listrik di rumah. 

Kelebihan dari energi listrik digunakan untuk mengisi ulang baterai. Pada sore hari, saat matahari terbenam, sistem secara otomatis akan beralih ke energi listrik yang tersimpan di baterai. Lalu pada malam hari, jika kapasitas baterai tidak cukup untuk memenuhi penggunaan listrik di rumah, inverter secara otomatis mengalihkan dengan penggunaan listrik dari PLN.

Simulasi dan Analisis Penerapan PLTS di Kudus menggunakan Hommer

Pada simulasi kali ini akan digunakan data dari kota kudus pada aplikasi homer. Semua data yang digunakan berasal dari asumsi data dari aplikasi homer itu sendiri. Mulai dari data sinar matahari dan data beban. Beban yang didapatkan adalah 11,27 kwh per hari nya. Beban ini diasumsikan sebagai beban pada perumahan.



Sistem yang akan disimulasikan adalah PV hybrid sistem, dimana menggunakan baterai dengan terhubung dengan grid PLN. Komponen yang digunakan adalah PV dengan kapasitas 10 kw, 2 Baterai dengan kapasitas 3,99 kwh, Converter, dan grid. Desain sistem dapat dilihat pada gambar dibawah.

Dari hasil simulasi diketahui bahwa jumlah produksi listrik dari sistem yang dibuat adalah 4.497 kwh per tahun. Dengan rincian 3.329 kwh berasal dari pv, dan 1.168 berasal dari grid. Disini produksi dari pv menjadi tumpuan utama, karena memasok 74 % dari produksi listrik keseluruhan. Sedangkan untuk jumlah listrik yang dikonsumsi per tahunnya adalah 4.259 kwh. Dengan produksi yang dihasilkan maka sistem yang dibuat ini sudah memenuhi kebutuhan listrik.

Hasil dari perhitungan ekonomi didapatkan bahwa sistem ini membutuhkan biaya NPC senilai $4.830 dengan rincian biaya capaital senilai $2.326, replacement cost senilai $1.134, operational dan manufactur senilai $1.529, dan salvage senilai                      -$158. Harga energi listrik per kwh (LCOE) dari sistem ini adalah $0.08772, lebih rendah dari harga listrik dari jaringan listrik PLN yang dijual ke pelanggan sebesar $0.116/kwh. Ini berarti sistem hybrid ini cukup potensial.


Hasil ekonomis dari sistem hybrid ini kemudian dibandingkan dengan sistem grid biasa atau jaringan listrik PLN saja. Dari perbandingan kedua sistem diperoleh bahwa sistem hybrid ini memiliki keuntungan sebanyak $487 dari sistem grid biasa. Sistem hybrid ini juga memiliki internal rate of return sebanyak 8.2 %. Sehingga system hybrid ini akan memperoleh payback pada tahun ke 8. Meskipun masih tergolong kecil tapi ini membuktikan bahwa system hybrid ini cukup potensial dari segi ekonomis dan juga elektrik.

Simpulan

  • Sistem PV hybrid merupakan sistem layak untuk digunakan, karena memberikan energi listrik secara terus menerus dan berifat terbarukan.
  • Harga energi listrik per kwh (LCOE) dari sistem ini adalah $0.08772, lebih rendah dari harga listrik dari jaringan listrik PLN.
  • Dengan keuntungan senilai $487, membuat sistem ini akan mencapai payback period pada tahun ke 8.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar