Rabu, 15 Maret 2023

Keamanan Kendaraan Listrik: Kebakaran, Tabrakan, Rem, dan Gas Beracun

Kendaraan Listrik Terbakar

Dalam beberapa tahun terakhir, kendaraan listrik (EV) telah menjadi semakin populer sebagai alternatif ramah lingkungan untuk kendaraan berbahan bakar fosil. Namun, kekhawatiran tentang keamanan kendaraan listrik tetap menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan oleh produsen mobil dan konsumen. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang keamanan kendaraan listrik dan membandingkannya dengan kendaraan dengan mesin pembakaran dalam (ICE).

Kebakaran dan Ledakan Baterai Kendaraan Listrik

Salah satu kekhawatiran utama tentang keamanan kendaraan listrik adalah kemungkinan kebakaran dan ledakan baterai. Meskipun kejadian ini sangat jarang terjadi, namun beberapa kasus yang terjadi menimbulkan kekhawatiran yang serius tentang keamanan kendaraan listrik. Baterai yang terbakar dan meledak dapat menjadi ancaman bagi pengendara dan penumpang di dalam mobil, serta orang di sekitar mobil.

Baca Juga : Keamanan Kendaraan Listrik Terhadap Banjir

Namun, kejadian yang serupa juga dapat terjadi pada kendaraan ICE yang memiliki tangki bahan bakar yang dapat bocor dan menyebabkan kebakaran. Berdasarkan data statistik, kejadian kebakaran dan ledakan baterai pada kendaraan listrik terjadi lebih jarang dibandingkan dengan kebakaran pada kendaraan dengan mesin pembakaran dalam.

Sistem Pengisian Baterai Kendaraan Listrik

Sistem pengisian baterai pada kendaraan listrik sangat berbeda dengan kendaraan ICE. Untuk mengisi ulang baterai kendaraan listrik, perlu dilakukan pengisian listrik melalui kabel yang terhubung ke sumber listrik. Proses pengisian ini memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan mengisi bahan bakar kendaraan ICE di pompa bensin.

Namun, dalam hal keamanan, pengisian baterai kendaraan listrik lebih aman dibandingkan dengan mengisi bahan bakar kendaraan ICE. Pengisian baterai tidak menghasilkan gas beracun atau zat kimia berbahaya, sehingga dapat dilakukan di dalam ruangan tertutup tanpa risiko kebakaran atau ledakan.

Sistem Rem Kendaraan Listrik

Sistem rem pada kendaraan listrik berbeda dengan kendaraan ICE. Kendaraan listrik menggunakan sistem pengereman regeneratif, yang memanfaatkan energi kinetik untuk mengisi baterai saat mobil berhenti atau melambat. Sistem pengereman regeneratif ini meminimalkan gesekan antara rem dan rotor, sehingga memperpanjang masa pakai rem.

Namun, kendaraan listrik masih menggunakan rem hidrolik konvensional sebagai cadangan jika sistem regeneratif gagal. Dalam hal keamanan, sistem pengereman pada kendaraan listrik sama amannya dengan kendaraan ICE.

Kinerja Tabrakan Kendaraan Listrik

Kendaraan listrik dan kendaraan ICE sama-sama dilengkapi dengan sistem kinerja tabrakan (crash safety) yang memastikan perlindungan pengemudi dan penumpang dalam kecelakaan. Namun, karena kendaraan listrikmemiliki baterai yang lebih berat dibandingkan kendaraan ICE, maka perlu dilakukan penyesuaian pada sistem kinerja tabrakan untuk memastikan bahwa baterai tidak membahayakan pengemudi dan penumpang.

Beberapa produsen mobil listrik telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan kendaraan listrik dalam kecelakaan. Sebagai contoh, Tesla menggunakan rangka kendaraan yang dirancang untuk menahan kekuatan tabrakan dan mencegah kerusakan pada baterai. Selain itu, Tesla juga menggunakan sensor dan algoritma untuk mematikan sistem listrik kendaraan secara otomatis jika terjadi kecelakaan yang parah.

Risiko Kebocoran Gas Beracun Kendaraan Listrik

Kendaraan ICE memiliki risiko kebocoran gas beracun dari sistem knalpot dan tangki bahan bakar. Gas beracun seperti karbon monoksida dapat masuk ke dalam kabin kendaraan dan membahayakan kesehatan pengemudi dan penumpang.

Sementara itu, kendaraan listrik tidak memiliki sistem knalpot dan tangki bahan bakar yang dapat bocor, sehingga tidak menghasilkan gas beracun dalam penggunaannya.

Kesimpulan

Dalam keseluruhan, kendaraan listrik dan kendaraan ICE memiliki keamanan yang relatif sama dalam penggunaannya sehari-hari. Namun, kendaraan listrik memiliki beberapa kelebihan dalam hal keamanan seperti tidak ada risiko kebocoran gas beracun dan sistem pengisian baterai yang lebih aman.

Kendaraan listrik juga memiliki beberapa tantangan yang harus diatasi dalam hal keamanan, seperti risiko kebakaran dan ledakan baterai. Namun, produsen mobil listrik terus meningkatkan teknologi dan desain kendaraan mereka untuk meningkatkan keamanan kendaraan listrik.

Dalam rangka memastikan keamanan kendaraan listrik, pengemudi kendaraan listrik harus memahami risiko dan tindakan pencegahan yang harus diambil, seperti menghindari pengisian baterai di tempat yang tidak aman dan memperhatikan tanda-tanda kegagalan pada sistem baterai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar