Kamis, 09 Maret 2023

Perbedaan Teknis antara Jenis-jenis Mobil Listrik | Cara memilih Jenis EV yang cocok


Mobil listrik menjadi alternatif kendaraan yang semakin diminati di era modern ini. Tidak hanya ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi karbon dioksida, mobil listrik juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Ada beberapa jenis mobil listrik yang tersedia di pasaran, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya. Artikel ini akan membahas empat jenis mobil listrik yang berbeda, termasuk pengertian, prinsip kerja, komponen, arsitektur, kelebihan, kekurangan, dan contoh produk untuk setiap jenis.

*semua gambar diambil dari www.omazaki.co.id

1. Mobil Listrik Baterai Murni (BEV)

Mobil listrik baterai murni (Battery Electric Vehicle atau BEV) adalah jenis mobil listrik yang paling umum. Seperti namanya, mobil ini menggunakan baterai untuk menggerakkan motor listrik. Baterai pada mobil listrik biasanya terdiri dari sel-sel lithium-ion yang terhubung dalam rangkaian. Motor listrik pada mobil ini mengubah energi listrik dari baterai menjadi gerakan roda.

Komponen penyusun dari mobil listrik baterai murni meliputi:

  • Baterai: Baterai lithium-ion yang digunakan pada mobil listrik baterai murni terdiri dari ratusan sel yang terhubung dalam seri atau paralel.
  • Motor listrik: Motor listrik pada mobil listrik baterai murni mengubah energi listrik dari baterai menjadi energi mekanik untuk menggerakkan roda.
  • Inverter: Inverter pada mobil listrik mengubah arus searah dari baterai menjadi arus bolak-balik yang dibutuhkan oleh motor listrik.
  • Charger: Charger digunakan untuk mengisi ulang baterai mobil listrik baterai murni.

Arsitektur dari mobil listrik baterai murni adalah sederhana dan mudah dipahami. Energi dari baterai disalurkan ke motor listrik melalui inverter. Motor listrik menggerakkan roda mobil untuk menghasilkan gerakan.

Kelebihan dari mobil listrik baterai murni adalah:

  • Tidak menghasilkan emisi karbon dioksida
  • Tidak memerlukan bahan bakar fosil
  • Dapat menghemat biaya bahan bakar jangka panjang
  • Lebih sederhana dan mudah dirawat karena hanya memiliki sedikit bagian yang bergerak.

Kekurangan dari mobil listrik baterai murni adalah:

  • Jangkauan terbatas karena baterai memiliki kapasitas terbatas dan butuh waktu lama untuk mengisi ulang
  • Biaya awal yang lebih tinggi dibandingkan dengan mobil konvensional
  • Infrastruktur pengisian ulang yang belum tersedia di seluruh tempat

Contoh produk mobil listrik baterai murni antara lain Tesla Model S, Nissan Leaf, dan BMW i3.

2. Mobil Hibrida Listrik (HEV)

Mobil hibrida listrik (Hybrid Electric Vehicle atau HEV) adalah jenis mobil listrik yang menggunakan mesin pembakaran internal konvensional dan motor listrik. Mesin pembakaran internal pada mobil hibrida listrik digunakan untuk mengisi ulang baterai dan membantu motor listrik untuk menggerakkan roda mobil. Saat mobil berjalan dengan kecepatan rendah atau saat mobil berhenti, motor listrik pada mobil hibrida listrik bekerja sendiri untuk menghemat bahan bakar dan mengurangi emisi.

Komponen penyusun dari mobil hibrida listrik meliputi:

  • Mesin pembakaran internal: Mesin pembakaran internal pada mobil hibrida listrik berfungsi untuk mengisi ulang baterai dan membantu motor listrik menggerakkan roda mobil.
  • Baterai: Baterai pada mobil hibrida listrik digunakan untuk menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh motor listrik saat mobil berjalan pada kecepatan rendah atau saat mobil berhenti.
  • Motor listrik: Motor listrik pada mobil hibrida listrik mengubah energi listrik dari baterai menjadi energi mekanik untuk menggerakkan roda mobil.
  • Transmisi: Transmisi pada mobil hibrida listrik dirancang khusus untuk bekerja dengan mesin pembakaran internal dan motor listrik.

Arsitektur dari mobil hibrida listrik lebih kompleks dibandingkan dengan mobil listrik baterai murni karena terdiri dari dua sistem penggerak yaitu mesin pembakaran internal dan motor listrik. Mesin pembakaran internal digunakan untuk mengisi ulang baterai dan membantu motor listrik ketika diperlukan.

Kelebihan dari mobil hibrida listrik adalah:

  • Mengurangi penggunaan bahan bakar dan emisi di jalan raya
  • Tidak memerlukan infrastruktur pengisian ulang khusus
  • Lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar di perkotaan
  • Jarak tempuh lebih jauh dibandingkan BEV karena menggunakan bahan bakar konvensional sebagai tambahan.

Kekurangan dari mobil hibrida listrik adalah:

  • Biaya awal yang lebih tinggi dibandingkan dengan mobil konvensional
  • Tidak seefisien mobil listrik baterai murni dalam hal emisi dan penggunaan bahan bakar
  • Masih menggunakan mesin pembakaran internal yang menghasilkan emisi gas buang

Contoh produk mobil hibrida listrik antara lain Toyota Prius, Honda Insight, dan Ford Escape Hybrid.

3. Mobil Listrik Plug-in Hibrida (PHEV)

Mobil listrik plug-in hibrida (Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV) mirip dengan mobil hibrida listrik karena juga menggunakan mesin pembakaran internal konvensional dan motor listrik. Namun, baterai pada mobil listrik plug-in hibrida lebih besar dan dapat diisi ulang dari sumber listrik eksternal seperti stasiun pengisian listrik. Jarak tempuh pada mobil listrik plug-in hibrida dengan hanya menggunakan baterai lebih jauh dibandingkan dengan mobil hibrida listrik.

Komponen penyusun dari mobil listrik plug-in hibrida meliputi:

  • Mesin pembakaran internal: Mesin pembakaran internal pada mobil listrik plug-in hibrida berfungsi untuk mengisi ulang baterai dan membantu motor listrik menggerakkan roda mobil.
  • Baterai: Baterai pada mobil listrik plug-in hibrida lebih besar dan dapat diisi ulang dari sumber listrik eksternal seperti stasiun pengisian listrik.
  • Motor listrik: Motor listrik pada mobil listrik plug-in hibrida mengubah energi listrik dari baterai menjadi energi mekanik untuk menggerakkan roda mobil.
  • Transmisi: Transmisi pada mobil listrik plug-in hibrida dirancang khusus untuk bekerja dengan mesin pembakaran internal dan motor listrik.

Arsitektur dari mobil listrik plug-in hibrida mirip dengan mobil hibrida listrik, namun dengan tambahan kemampuan untuk mengisi ulang baterai dari sumber listrik eksternal seperti stasiun pengisian listrik.

Kelebihan dari mobil listrik plug-in hibrida adalah:

  • Lebih hemat bahan bakar daripada mobil konvensional
  • Jarak tempuh yang lebih jauh dengan hanya menggunakan baterai
  • Fleksibel dalam penggunaan, karena dapat diisi ulang dari sumber listrik eksternal maupun menggunakan mesin pembakaran internal untuk mengisi ulang baterai

Kekurangan dari mobil listrik plug-in hibrida adalah:

  • Biaya awal yang lebih tinggi dibandingkan dengan mobil konvensional
  • Masih menggunakan mesin pembakaran internal yang menghasilkan emisi gas buang
  • Baterai yang lebih besar juga lebih mahal dan berat, sehingga mengurangi efisiensi penggunaan bahan bakar.

Contoh produk mobil listrik plug-in hibrida antara lain Toyota Prius Plug-in Hybrid, Mitsubishi Outlander PHEV, dan Chevrolet Volt.

4. Mobil Listrik Fuel Cell (FCEV)

Mobil listrik FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle) adalah kendaraan yang menggunakan bahan bakar hidrogen untuk menghasilkan listrik melalui reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen, dan listrik tersebut digunakan untuk menggerakkan motor yang ada di mobil. Berikut adalah penjelasan mengenai mobil listrik FCEV.

Mobil listrik FCEV menggunakan sel bahan bakar (fuel cell) yang menghasilkan listrik melalui reaksi antara hidrogen dan oksigen. Reaksi ini menghasilkan air dan panas sebagai produk sampingan. Listrik yang dihasilkan kemudian disimpan dalam baterai untuk digunakan menggerakkan motor. Hidrogen yang digunakan sebagai bahan bakar diisi ulang ke dalam tangki kendaraan, dan proses ini dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.

Komponen penyusun mobil listrik FCEV meliputi:

  • Tangki hidrogen: tempat penyimpanan bahan bakar hidrogen dalam bentuk cair atau gas bertekanan tinggi.
  • Sel bahan bakar: menghasilkan listrik melalui reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen.
  • Baterai: menyimpan listrik yang dihasilkan oleh sel bahan bakar dan digunakan untuk menggerakkan motor.
  • Motor: mengubah energi listrik menjadi energi mekanik untuk menggerakkan roda mobil.

Arsitektur mobil listrik FCEV mirip dengan mobil listrik baterai, dengan perbedaan terletak pada sumber daya listrik yang digunakan. Mobil listrik FCEV memiliki tangki hidrogen sebagai sumber daya listrik, sedangkan mobil listrik baterai memiliki baterai sebagai sumber daya listrik.

Kelebihan mobil listrik FCEV antara lain:

  • Tidak menghasilkan emisi karbon dioksida (CO2), hanya menghasilkan air dan panas.
  • Waktu pengisian bahan bakar relatif singkat (sekitar 3-5 menit).
  • Jarak tempuh yang lebih jauh dibandingkan mobil listrik baterai.

Kekurangan mobil listrik FCEV antara lain:

  • Infrastruktur pengisian hidrogen yang masih terbatas.
  • Biaya produksi dan pengisian hidrogen yang masih tinggi dibandingkan bahan bakar fosil.
  • Proses produksi hidrogen memerlukan energi yang cukup besar dan dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca.

Contoh produk:

Contoh produk mobil listrik FCEV antara lain Toyota Mirai, Hyundai Nexo, dan Honda Clarity Fuel Cell.

Cara Memilih Mobil Listrik yang Cocok

Memilih jenis mobil listrik yang cocok untuk kebutuhan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis mobil. Berikut adalah  cara memilih jenis mobil listrik yang cocok berdasarkan kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis mobil.

BEV (Battery Electric Vehicle)

Cara memilih: Cocok untuk penggunaan harian dengan jarak pendek atau menengah dan akses mudah ke infrastruktur pengisian daya.

HEV (Hybrid Electric Vehicle)

Cara memilih: Cocok untuk penggunaan harian dengan jarak sedang dan memiliki kebutuhan mobilitas yang lebih tinggi.

PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle)

Cara memilih: Cocok untuk penggunaan harian dengan jarak sedang dan memiliki kebutuhan mobilitas yang lebih tinggi, serta membutuhkan jarak tempuh yang lebih jauh.

FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle)

Cara memilih: Cocok untuk penggunaan harian dengan jarak jauh dan akses mudah ke infrastruktur pengisian hidrogen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar